Modul 2 Tutorial Simulasi Pengendalian Input Digital Oleh Mikrokontroler AVR ATmega

January 20th, 2016 by 015250101

Oleh : Agung Nugroho Adi - Teknik Mesin UII Yogyakarta

Tujuan Pembelajaran

Setelah melakukan proses pembelajaran peserta diharapkan dapat :

  • Menjelaskan rangkaian input mikrokontroler dari saklar.
  • Membuat program untuk mengendalikan output LED menggunakan saklar.

Read the rest of this entry »

Modul 1 Tutorial Simulasi Pengendalian Output Digital Oleh Mikrokontroler AVR ATmega

January 20th, 2016 by 015250101

Oleh : Agung Nugroho Adi – Program Studi Teknik Mesin UII Yogyakarta

Tujuan Pembelajaran

Setelah melakukan proses pembelajaran peserta diharapkan dapat :

  1. Membuat program untuk pengendalian output LED menggunakan Codevision AVR (CVAVR).
  2. Melakukan simulasi pengendalian output LED menggunakan Proteus.

Read the rest of this entry »

Memprogram Arduino Melalui Bluetooth

December 11th, 2014 by 015250101

Pengguna Arduino tentunya sudah sangat familier dengan pemrograman Arduino yang dapat dilakukan dengan mudah. Cukup dengan menancapkan kabel ke port USB masing-masing pada PC dan board Arduino maka kita sudah dapat mengunggah program ke Arduino. Meski secara fisik menggunakan kabel USB, namun sebetulnya komunikasi antara komputer dan Arduino dilakukan menggunakan komunikasi serial. Seperti terlihat pada gambar di bawah ini.

Read the rest of this entry »

Intel Galileo Gen 2 Development Boards

December 3rd, 2014 by 015250101

Kemarin kami mendapatkan kejutan menyenangkan. Kampus kami menerima paket kiriman yang berisi sejumlah Galileo yang merupakan hibah dalam rangka Galileo for Universities yang diselenggarakan oleh Intel (informasi pada tautan berikut). Tujuan dari program ini adalah selain memperkenalkan Galileo kepada pengajar dan mahasiswa, juga memberikan kesempatan kepada para akademisi dalam pengembangan teknologi di bidang embeded system untuk menghasilkan produk berbasis Galileo.

Intel Galileo adalah papan pengembangan (development board) berbasis Intel pertama yang dirancang untuk diprogram dengan menggunakan perangkat lunak Arduino – IDE. Galileo memiliki pin yang compatible dengan Arduino Uno R3 sehingga dapat beroperasi dengan shield Arduino standar. Mikroprosesor yang digunakan pada Galileo adalah mikroprosesor Intel® Quark™ SoC X1000 application processor, yang merupakan mikroprosesor 32 bit dengan kecepatan operasi 400 MHz. Beberapa fitur yang terdapat pada Galileo :

  • Mendukung berbagai antarmuka I/O standar industri, seperti full-sized mini-PCI Express* slot, 100 Mb Ethernet port, microSD* slot, USB host port, dan USB client port.
  • Memiliki media penyimpanan berupa 256 MB DDR3, 512 kb embedded SRAM, 8 MB NOR Flash, dan 8 kb EEPROM standard on the board, serta dapat dipasang microSD card maksimal 32 GB.
  • Memiliki susunan pin standar Arduino (Digital, Analog, dan catu daya) sehingga compatible dengan sebagian besar shield Arduino.

Galileo dapat diprogram dengan 2 cara, yaitu :

  • Menggunakan Arduino IDE versi khusus yang dapat diunduh dari sini. Dengan menggunakan perangkat lunak ini Galileo dapat diprogram seperti kita memprogram Arduino pada umumnya, baik dari sisi tampilan perangkat lunak maupun bahasa pemrogramannya. Cara ini dilakukan dengan menghubungkan port mikro USB yang terdapat pada Galileo dengan port USB pada PC.
  • Menggunakan terminal Linux. Pada Galileo sebenarnya memiliki dua sisi, yaitu sisi Arduino dan sisi Linux. Kita dapat mengakses Galileo sisi Linux dengan menggunakan antarmuka terminal menggunakan perintah Linux standar. Cara ini dilakukan melalui komunikasi serial dengan menghubungkan PC dan Galileo menggunakan konverter USB ke TTL (3.3V). Galileo juga dapat diprogram menggunakan beberapa bahasa pemrograman populer, seperti Python dan OpenCV, dengan cara meng-upgrade Linux OS standar bawaannya dengan Linux OS pada SD Card.

Galileo yang kami terima adalah merupakan generasi 2, yang memiliki beberapa perbedaan dibandingkan generasi pertama, antara lain :

  • Header 6-pin 3.3V USB TTL UART menggantikan 3.5 mm jack RS-232 console port untuk akses menggunakan OS Linux.
  • Konektor standar 6 pin kabel konverter serial USB ke TTL 3.3V
  • Peningkatan kecepatan dan kemampuan 12 pin GPIOs.
  • PWM 12 bit untuk pengendalian gerakan yang lebih halus pada motor servo dan DC
  • UART 1 dapat diarahkan ke header Arduino sehingga menghilangkan kebutuhan serial software.
  • Memiliki kemampuan 12V power-over-Ethernet (PoE) capable
  • Catu daya dapat menerima tegangan maksimal 15V, dibandingkan 7V pada generasi 1.

Apa yang dapat dibuat menggunakan Galileo ini? Secara sederhana Galileo ini adalah peningkatan kapasitas dan kemampuan dari Arduino biasa, sehingga semua hal yang dapat dilakukan Arduino juga dapat dilakukan oleh Galileo. Dengan kelebihan yang dimiliki, Galileo dapat digunakan untuk melakukan komputasi yang rumit seperti memproses citra dari kamera, menganalisis suara, ataupun mengkombinasikan informasi dari beberapa sensor. Semoga Galileo yang diterima ini dapat bermanfaat bagi pengembangan pendidikan dan teknologi di bidang embeded system.

 

Informasi lebih lanjut :

Review Kuliah Sistem Mekatronika

September 22nd, 2014 by 015250101

Berikut adalah beberapa materi review Kuliah Sistem Mikrokontroler Prodi Teknik Elektri UII semester 1 tahun 2014/2015 :

Sistem Bilangan

Logika

 

Pemrograman Mikrokontroler AVR

October 14th, 2013 by 015250101

Dalam pemrograman suatu mikrokontroler terdapat tiga tingkatan bahasa pemrograman, yaitu :

· Bahasa Mesin

· Assembly

· Bahasa Tingkat Tinggi

Read the rest of this entry »

Pengembangan Materi E-Learning Berbasis Slide Presentasi (Bagian 1)

September 28th, 2013 by 015250101

Pada pelaksanaan proses pembelajaran di sekolah maupun di perguruan tinggi metode yang paling umum digunakan di ruang kelas adalah ceramah atau presentasi. Untuk membantu menyampaikan materi saat ceramah biasa digunakan alat bantu untuk menuliskan materi di depan kelas. Alat bantu konvensional digunakan adalah dengan memanfaatkan papan tulis dan kapur. Seiring perkembangan media pembelajaran meski papan tulis dan kapur atau variasinya, menggunakan whiteboard dan spidol, masih dipakai namun saat ini lebih telah banyak digunakan media elektronik sebagai alat bantu penyampaian materi pembelajaran, seperti OHP (Over Head Projector). Dengan OHP pengajardapat menampilkan materi ajar yang dituliskan di transparansi ke layar (screen). Media ini memiliki kelebihan, yaitu dapat digunakan secara berulang-ulang, namun memiliki kelemahan dimodifikasi. Jika pengajar akan menambah, mengurangi, atau mengubah materi pembelajaran haruslah membuat transparansi baru. Read the rest of this entry »

Tahapan E-Learning

September 28th, 2013 by 015250101

Seorang pembelajar menyelesaikan aktivitas pembelajaran untuk belajar. Umumnya terdapat tiga tahapan aktivitas pembelajaran yang dilakukan oleh seorang pembelajar. Tiga tahapan tersebut disebutkan oleh Horton (2006) sebagai absorb, do, dan connect dengan penjelasan masing-masing istilah sebagai berikut :

  • menyerap (absorb) pengetahuan dengan membaca, mendengar ataupun melihat, contohnya adalah presentasi, membaca, dan kunjungan lapangan
  • melakukan (do) sesuatu dengan apa yang mereka pelajari, contohnya latihan, simulasi, dan permainan
  • latihan atau aktivitas menemukan untuk memperdalam pengetahuan dan menghubungkan  (connect) apa yang dipelajari dengan kehidupan dan pekerjaan sang pembelajar, contohnya praktik lapangan, riset, bercerita pengalaman dan perenungan.

Referensi

  • Horton, William, E-Learning by Design, Pfeiffer, 2006.

Metode E-Learning

September 28th, 2013 by 015250101

Perkembangan teknologi informasi dan komputer yang sangat pesat memberikan pengaruh pada berbagai bidang kehidupan manusia, tidak terkecuali pada bidang pendidikan. Saat ini proses pembelajaran telah banyak memanfaatkan media pembelajaran berbasis elektronik atau yang lebih dikenal sebagai e-learning. Pemanfaatan medial pembelajaran elektronik ini membuat proses pembelajaran menjadi lebih menarik serta lebih fleksibel tidak dibatasi oleh ruang dan waktu. Read the rest of this entry »

Apa Sih Sensor Itu? Apa Hubungannya Dengan Tranduser?

April 7th, 2012 by adjie

Pada suatu sistem kendali salah satu komponen terpentingnya adalah sensor. Sensor adalah peranti (device) yang berfungsi untuk mengindra (to sense) besaran fisik. Beberapa besaran yang termasuk besaran fisik antara lain posisi dan turunannya (kecepatan dan percepatan) baik translasi maupun rotasi, temperatur, tegangan, regangan, tekanan, kecepatan alir/debit aliran, gelombang suara/ultrasonik, dan intensitas cahaya (tampak maupun tak tampak).

Read the rest of this entry »