Pengembangan Materi E-Learning Berbasis Slide Presentasi (Bagian 1)

Pada pelaksanaan proses pembelajaran di sekolah maupun di perguruan tinggi metode yang paling umum digunakan di ruang kelas adalah ceramah atau presentasi. Untuk membantu menyampaikan materi saat ceramah biasa digunakan alat bantu untuk menuliskan materi di depan kelas. Alat bantu konvensional digunakan adalah dengan memanfaatkan papan tulis dan kapur. Seiring perkembangan media pembelajaran meski papan tulis dan kapur atau variasinya, menggunakan whiteboard dan spidol, masih dipakai namun saat ini lebih telah banyak digunakan media elektronik sebagai alat bantu penyampaian materi pembelajaran, seperti OHP (Over Head Projector). Dengan OHP pengajardapat menampilkan materi ajar yang dituliskan di transparansi ke layar (screen). Media ini memiliki kelebihan, yaitu dapat digunakan secara berulang-ulang, namun memiliki kelemahan dimodifikasi. Jika pengajar akan menambah, mengurangi, atau mengubah materi pembelajaran haruslah membuat transparansi baru.

Setelah berlalu masa penggunaan OHP dan plastik transparansi, saat ini media yang paling digunakan dalam penyampaian materi pembelajaran di ruang kelas adalah komputer/laptop dan viewer dengan menggunakan metode presentasi. Pengajar membuat slide presentasi menggunakan perangkat lunak komputer seperti Powerpoint, Keynote, Open Office Impress, ataupun modul presentasi Latex (misalnya Beamer) untuk ditayangkan di layar menggunakan viewer saat melakukan presentasi. Kendala yang terasa saat menggunakan metode dan media ini adalah bagaimana cara membagikan materi tersebut kepada peserta belajar. Umumnya metode yang digunakan adalah dengan membagikan handout baik berupa hardcopy maupun softcopy. Handout dalam bentuk hardcopy dibagikan dalam bentuk dicetak untuk dapat diperbanyak sedangkan dalam bentuk softcopy dapat berupa file berekstensi pdf, pps, dan ppt.

Materi presentasi yang dibagikan baik berupa hardcopy maupun softcopy memiliki kendala utama, yaitu bahwa slide presentasi umumnya hanya menampilkan materi secara garis besar, tidak terperinci. Hal ini terjadi karena sesungguhnya slide presentasi di ruang kelas memang digunakan hanya sebagai alat bantu presenter, dalam hal ini adalah pengajar, sehingga tentunya tidaklah cukup informasi yang hanya disampaikan dari slide presentasi saja. Selain itu terdapat kendala lain terkait dengan materi presentasi yang dibagikan (Zukhri 2012), yaitu :

  • Tidak adanya fasilitas pencarian dan navigasi untuk file berekstensi pps.
  • File pdf memiliki fasilitas bookmark yang dapat digunakan untuk alat bantu navigasi, namun sayangnya fasilitas ini tidak banyak digunakan.
  • Hilangnya fitur-fitur dari Powerpoint yang disematkan pada slide presentasi saat dikonversikan menjadi file pdf, terutama untuk multimedia seperti animasi, suara, dan video.

Kendala yang ditemui di ruang kelas terkait dengan pembagian materi presentasi lebih dirasakan pada metode pembelajaran jarak jauh karena tidak adanya presenter yang mengantarkan slide presentasi tersebut. Sehingga materi presentasi tersebut belumlah cukup bagi pembelajar untuk melakukan proses pembelajaran. Untuk mengatasi hal ini terdapat beberapa alternatif pemecahannya, salah satunya adalah dengan mengembangkan materi pembelajaran berbasis slide presentasi.

Referensi

  • Zainudin Zukhri, Paperless, Bukan Alasan untuk Tidak Mencatat, Pembelajaran Teknologi Informasi di Perguruan Tinggi : Perspektif dan Pengalaman, Graha Ilmu, 2012.

Leave a Reply

*