Intel Galileo Gen 2 Development Boards

Kemarin kami mendapatkan kejutan menyenangkan. Kampus kami menerima paket kiriman yang berisi sejumlah Galileo yang merupakan hibah dalam rangka Galileo for Universities yang diselenggarakan oleh Intel (informasi pada tautan berikut). Tujuan dari program ini adalah selain memperkenalkan Galileo kepada pengajar dan mahasiswa, juga memberikan kesempatan kepada para akademisi dalam pengembangan teknologi di bidang embeded system untuk menghasilkan produk berbasis Galileo.

Intel Galileo adalah papan pengembangan (development board) berbasis Intel pertama yang dirancang untuk diprogram dengan menggunakan perangkat lunak Arduino – IDE. Galileo memiliki pin yang compatible dengan Arduino Uno R3 sehingga dapat beroperasi dengan shield Arduino standar. Mikroprosesor yang digunakan pada Galileo adalah mikroprosesor Intel® Quark™ SoC X1000 application processor, yang merupakan mikroprosesor 32 bit dengan kecepatan operasi 400 MHz. Beberapa fitur yang terdapat pada Galileo :

  • Mendukung berbagai antarmuka I/O standar industri, seperti full-sized mini-PCI Express* slot, 100 Mb Ethernet port, microSD* slot, USB host port, dan USB client port.
  • Memiliki media penyimpanan berupa 256 MB DDR3, 512 kb embedded SRAM, 8 MB NOR Flash, dan 8 kb EEPROM standard on the board, serta dapat dipasang microSD card maksimal 32 GB.
  • Memiliki susunan pin standar Arduino (Digital, Analog, dan catu daya) sehingga compatible dengan sebagian besar shield Arduino.

Galileo dapat diprogram dengan 2 cara, yaitu :

  • Menggunakan Arduino IDE versi khusus yang dapat diunduh dari sini. Dengan menggunakan perangkat lunak ini Galileo dapat diprogram seperti kita memprogram Arduino pada umumnya, baik dari sisi tampilan perangkat lunak maupun bahasa pemrogramannya. Cara ini dilakukan dengan menghubungkan port mikro USB yang terdapat pada Galileo dengan port USB pada PC.
  • Menggunakan terminal Linux. Pada Galileo sebenarnya memiliki dua sisi, yaitu sisi Arduino dan sisi Linux. Kita dapat mengakses Galileo sisi Linux dengan menggunakan antarmuka terminal menggunakan perintah Linux standar. Cara ini dilakukan melalui komunikasi serial dengan menghubungkan PC dan Galileo menggunakan konverter USB ke TTL (3.3V). Galileo juga dapat diprogram menggunakan beberapa bahasa pemrograman populer, seperti Python dan OpenCV, dengan cara meng-upgrade Linux OS standar bawaannya dengan Linux OS pada SD Card.

Galileo yang kami terima adalah merupakan generasi 2, yang memiliki beberapa perbedaan dibandingkan generasi pertama, antara lain :

  • Header 6-pin 3.3V USB TTL UART menggantikan 3.5 mm jack RS-232 console port untuk akses menggunakan OS Linux.
  • Konektor standar 6 pin kabel konverter serial USB ke TTL 3.3V
  • Peningkatan kecepatan dan kemampuan 12 pin GPIOs.
  • PWM 12 bit untuk pengendalian gerakan yang lebih halus pada motor servo dan DC
  • UART 1 dapat diarahkan ke header Arduino sehingga menghilangkan kebutuhan serial software.
  • Memiliki kemampuan 12V power-over-Ethernet (PoE) capable
  • Catu daya dapat menerima tegangan maksimal 15V, dibandingkan 7V pada generasi 1.

Apa yang dapat dibuat menggunakan Galileo ini? Secara sederhana Galileo ini adalah peningkatan kapasitas dan kemampuan dari Arduino biasa, sehingga semua hal yang dapat dilakukan Arduino juga dapat dilakukan oleh Galileo. Dengan kelebihan yang dimiliki, Galileo dapat digunakan untuk melakukan komputasi yang rumit seperti memproses citra dari kamera, menganalisis suara, ataupun mengkombinasikan informasi dari beberapa sensor. Semoga Galileo yang diterima ini dapat bermanfaat bagi pengembangan pendidikan dan teknologi di bidang embeded system.

 

Informasi lebih lanjut :

Leave a Reply

*