Bagaimana Cara Mencetak Beberapa Halaman pada Dokumen yang terdiri dari Beberapa Section yang Berbeda

April 28th, 2011 by adjie

Pagi ini saya menemui sedikit kendala dalam mencetak dokumen MS Word 2003 yang terdiri dari beberapa section dan masing-masing section diawali dengan halaman 1.  Pada dokumen yang akan saya cetak terdapat dua section sebagai berikut :

  • section 1 : bagian muka, terdiri dari halaman i sampai halaman viii
  • section 2 : bagian isi, terdiri dari halaman 1 sampai halaman 40

Selanjutnya saya ingin mencetak sebagian dari bagian isi dari dokumen tersebut, yaitu dari halaman 1 hingga halaman 40 pada section 2. Jika saya mengisikan pages box dengan 1-40 maka dokumen yang tercetak juga termasuk halaman pada section 1, yaitu dari halaman i sampai halaman vii. Hal ini dikarenakan Word tidak dapat membedakan nomor halaman yang sama pada section yang berbeda.

Setelah melakukan googling saya memperoleh informasi dari link ini. Untuk pencetakan seperti yang saya inginkan maka saya harus mengisikan ke pages box dengan format berikut p1s2-p40s2 yang berarti yang dicetak adalah halaman 1 section 2 (p1s2) hingga halaman 40 section 2 (p40s2). Dengan cara yang sama maka kita juga dapat mencetak dari halaman yang tidak berurutan, misalnya p1s1,p4s1,p3s2 menunjukkan halaman yang akan dicetak adalah halaman 1 dan 4 dari section 1 serta halaman 3 dari section2.

Artikel Referensi :

Microsoft Support, How to print a range of pages in a multiple-section document in Word 2010, in Word 2007, and in Word 2003, diakses dari http://support.microsoft.com/kb/826218.

Cara ini juga dapat digunakan pada versi Word lainnya, yaitu 2007 dan 2010. Semoga bermanfaat.

Media Pembelajaran Praktik Pneumatik dan Elektropneumatik di Laboratorium Mekatronika Jurusan Teknik Mesin Universitas Islam Indonesia

April 3rd, 2011 by Adjie

IMG_1299

Di Laboratorium Mekatronika Jurusan Teknik Mesin UII terdapat papan praktik untuk mempelajari pneumatik dan elektropneumatik. Dengan menggunakan papan praktik tersebut pada saat praktik mahasiswa dapat melakukan beberapa modul praktikum, yaitu :

  • Modul pneumatik dasar, kendali silinder ganda, dan kendali silinder kaskade
  • Modul kendali elektrik menggunakan relay, kendali elektropneumatik dasar, kendali elektropneumatik lanjut, dan kendali pneumatik menggunakan PLC

Papan praktik ini  dirancang dan diproduksi oleh Laboratorium Mekatronika Teknik Mesin Universitas Islam Indonesia. Selain digunakan untuk praktikum internal papan praktik ini juga  telah dimanfaatkan sebagai alat bantu pembelajaran elektropneumatik di Politeknik Batanghari Jambi.

Manfaat Pengisian Document Properties Untuk Penggantian Data Standar Secara Otomatis Pada Word 2003

April 3rd, 2011 by adjie

Seringkali kita menemui dokumen yang terdapat data standar pada beberapa/seluruh halaman dalam dokumen tersebut. Sebagai contoh saya tampilkan cuplikan dari dokumen mutu praktikum yang harus diisi oleh laboratorium kami saat persiapan praktikum.

image

Read the rest of this entry »

Apa Sih Teknik Mesin Itu?

February 22nd, 2011 by adjie

Teknik Mesin (Mechanical Engineering) adalah cabang ilmu rekayasa (engineering) yang mengaplikasikan prinsip fisika untuk analisis, desain, pengembangan, pembuatan, operasi serta pemeliharaan perangkat dan komponen mekanikal. Umumnya banyak orang menganggap bidang teknik mesin hanyalah terbatas dengan hal-hal berkaitan dengan mesin (machine/engine), sehingga tidak jarang teknik mesin sering dianalogikan dengan bidang otomotif. Sesungguhnya mesin dan otomotif tersebut hanyalah bagian kecil dari bidang teknik mesin yang merupakan cabang ilmu rekayasa yang paling luas cakupannya. Beberapa bidang yang termasuk dalam cakupan teknik mesin antara lain analisis struktur, kinematika, dinamika, termodinamika, perpindahan kalor, teknik material, konversi energi, teknik pendingin, mekanika fluida, metrologi, otomasi industri, mekatronika, robotika, serta manufaktur.

Berikut adalah penjelasan singkat tentang bidang-bidang yang terdapat pada Teknik Mesin :

  • Analisis struktur : membahas tentang kemampuan suatu struktur/konstruksi dalam menahan beban.
  • Kinematika : membahas tentang analisis gerak tanpa memperhitungkan gaya penyebabnya.
  • Dinamika : membahas tentang analisis gerak dengan memperhitungkan gaya penyebabnya.
  • Termodinamika : membahas tentang energi dan perubahannya.
  • Perpindahan kalor : membahas tentang perpindahan energi berupa panas/kalor.
  • Teknik Material : membahas sifat material dan proses pembuatannya
  • Mesin konversi energi : membahas siklus-siklus yang digunakan untuk menghasilkan kerja
  • Teknik pendingin : membahas sistem yang digunakan untuk mendinginkan zat serta sistem pengkondisi udara
  • Mekanika fluida : membahas analisis fluda dalam keadaan statis (diam) maupun dinamis (bergerak)
  • Aerodinamika : bagian dari mekanika fluida yang mambahas aliran gas di seputar benda padat.
  • Hidrodinamika : bagian dari mekanika fluida yang membahas aliran zat cair di seputar benda padat.
  • Metrologi : membahas tentang metode dan alat ukut geometri (bentuk)
  • Otomasi industri : membahas alat dan metode otomatis yang digunakan di industri
  • Mekatronika : membahas tentang sistem kendali mekanik menggunakan komputer
  • Manufaktur : adalah bidang ilmu rekayasa yang mempelajari proses pembuatan produk, mulai dari proses perancangan, proses produksi hingga proses kontrol kualitas.

Karena bidang cakupan yang luas, maka bidang teknik mesin juga bersinggungan dengan cabang ilmu lainnya, khususnya rekayasa. Berikut ini adalah beberapa contoh bidang yang bersinggungan dengan teknik mesin.

  • Teknik Sipil : kekuatan struktur/konstruksi dan mekanika fluida. Perbedaannya pada bidang Teknik Mesin struktur yang dibahas tidak hanya yang bersifat statis, namun juga yang dinamis. Pada mekanika fluida di Teknik Sipil umumnya lebih terkonsentrasi pada saluran terbuka, sedangkan pada bidang Teknik Mesin selain saluran terbuka juga dipelajari untuk saluran tertutup.
  • Arsitektur : akustik ruang, sistem pengkondisian udara
  • Teknik Kimia : peralatan industri proses seperti pompa, kompresor, turbin, penukar kalor. Pada Teknik Kimia dibahas mengenai prosesnya, sedangkan orang teknik mesin bertugas merancang peralatan tersebut.
  • Teknik Industri : bidang manufaktur
  • Teknik Informatika : pemrograman untuk komputasi (perhitungan) dan untuk sistem kendali mekanik berbasis komputer
  • Teknik Elektro : bidang mekatronika dan sistem otomasi pada industri
  • Kedokteran Umum : perancangan dan pembuatan material pengganti anggota tubuh, seperti tulang dan otot.
  • Kedokteran Gigi : saling terkait pada bidang material, misalnya yang digunakan sebagai penambal gigi, kawat gigi, dan gigi palsu.

Pedoman Kerja Praktek dan Tugas Akhir Jurusan Teknik Mesin Fakultas Teknologi Industri Universitas Islam Indonesia

February 12th, 2011 by adjie

Berikut adalah file Pedoman Pelaksanaan Dan Penyusunan Laporan Kerja Praktek dan Tugas Akhir di Jurusan Teknik Mesin Fakultas Teknologi Industri Universitas Islam Indonesia yang mulai diberlakukan mulai 1 Maret 2011. Master buku pedoman yang telah tercetak dapat dipinjam di Sekretariat Jurusan Teknik Mesin.

  1. Pedoman Kerja Praktek dan Tugas Akhir 2011
  2. Logbook dan Pedoman Tugas Akhir 2011
  3. Pedoman Kerja PRaktek 2011
  4. Template Laporan TA

Tips Untuk Merapikan Format Bullets dan Numbering (Penomoran) Pada MS Word 2003

January 4th, 2011 by adjie

Fasilitas bullets dan numbering adalah fasilitas standar yang terdapat pada hampir semua perangkat lunak pengolah kata. Pada MS Word 2003 cara termudah untuk memberikan bullets dan numering adalah mengklik icon bullets atau numbering yang terdapat pada Formatting Toolbar. Namun dengan cara seperti ini seringkali diperoleh format bullet dan numbering yang tidak rapi. Terkadang bullet character-nya atau format penomorannya berubah dan yang lebih sering jarak indentasi dari margin kiri berubah-ubah atau tidak sesuai yang diharapkan. Alhasil sulit bagi kita untuk memperoleh format bullets dan numbering yang seragam dalam seluruh dokumen. Cara kedua untuk memberikan bullets dan numbering adalah mengklik Format – Bullets and Numbering kemudian melakukan penyesuaian pada kotak Bullets and Numbering.

Namun cara ini juga belum dapat menjamin konsistensi format pada seluruh dokumen yang kita pakai. Untuk dapat memastikan konsistensi format bullets dan number maka digunakan style and formatting dan kemudian setiap penyesuaian format bullet dan numbering dilakukan melalui masing-masing style. Secara default pada MS Word sudah tersedia style bullet ataupun numbering yang termasuk pada list style, yaitu List, List Bullet, List Number, dan List Continue.

Untuk dapat menampilkan list style dan style lainnya maka terdapat dua cara, yaitu dengan mengklik Format – Styles and Formatting atau dapat juga dengan mengklik icon Style and Formatting pada Formatting Toolbar. Umumnya setelah jendela Styles and Formatting ditampilkan pada jendela Show adalah Available Formatting atau Formatting in Use. Ubahlah dulu menjadi All Styles pada jendela Show.

Masing-masing style list terdiri dari beberapa style yang secara default merujuk pada jarak indentasi dari margin kiri dokumen. Contohnya untuk style List Bullet terdiri dari List Bullet (indentasi 0 inch), List Bullet 2 (indentasi ¼ inch), List Bullet 3 (indentasi ½ inch), List Bullet 4 (indentasi ¾ inch), dan List Bullet 5 (indentasi 1 inch). Paragraf yang menyertai suatu list umumnya mempunyai identasi seperti bullet atau numbering, untuk itu dapat digunakan style List Continue

Cara untuk mengaplikasikan bullets atau numbering sama seperti aplikasi style lainnya, yaitu dengan mengklik style yang dipilih. Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam penggunaan List Style adalah sebagai berikut :

· Untuk modifikasi/perubahan format bullet dan numbering dilakukan pada style yang bersangkutan dengan mendekatkan mouse ke style yang akan diubah kemudian klik panah di sebelah kanan kotak style dan klik modify. Selanjutnya akan muncul jendela Modify Style, klik Format kemudian Numbering.

· Khusus untuk penggunaan style List Bullet dapat menggunakan shortcut Ctrl-Shift-L.

· Jika pada bagian lain dari dokumen terdapat paragraf yang telah diberi style List Number, maka penomoranya merupakan lanjutan dari penomoran sebelumnya. Untuk memilai kembali penomoran dari 1 maka klik kanan pada nomor kemudian klik Restart.

Semoga bermanfaat.

Materi Perkuliahan Pneumatik dan Hidrolik : Dasar-Dasar Kendali Elektropneumatik

November 29th, 2010 by adjie

Materi : Dasar Kendali Elektrik, Kendali Elektrik Untuk Silinder Ganda, Kendali Elektropneumatik Kaskade

File presentasi dalam format flash (.swf) yang dapat dibuka menggunakan Firefox, Internet Explorer, maupun browser lainnya. Link untuk mengunduh

Perkuliahan tanggal 6 Desember 2010

Latihan (tidak perlu dikumpulkan)

Buat rangkaian elektropneumatik untuk urutan gerakan berikut :

  • A+ B+ A-/B- (keduanya katup solenoid ganda, keduanya solenoid tunggal)
  • A+ B+/A- B- (keduanya katup solenoid ganda, keduanya solenoid tunggal)
  • A+/B+ A- B- (keduanya katup solenoid ganda, keduanya solenoid tunggal)

Tugas (dikumpulkan via email paling lambat Rabu 8/12)

  • Hasan : A+/B+/C+ A- B- C- (ketiganya katup solenoid ganda, ketiganya katup solenoid tunggal)
  • Giri : A+ B+/C+ A-/B- C- (ketiganya katup solenoid ganda, ketiganya katup solenoid tunggal)
  • Dika : A+ B+ C+ A-/B-/C- (ketiganya katup solenoid ganda, ketiganya katup solenoid tunggal)
  • Ragil : A+ B+ C+/A- B- C- (ketiganya katup solenoid ganda, ketiganya katup solenoid tunggal)

Apa Sih CNC (Computer Numerical Control) Itu?

October 20th, 2010 by adjie

Apa Sih CNC (dan Juga NC) Itu?

CNC, singkatan dari Computer Numerical Control, adalah perangkat yang mampu menjadikan suatu mesin perkakas ataupun mesin produksi lainnya dapat beroperasi secara otomatis dengan memanfaatkan komputer sebagai pengendali gerakan. Disebut kontrol numerik (NC = Numerical Control) karena pemrograman yang digunakan menggunakan kode alfanumerik (terdiri dari alfabet/huruf dan numerik/bilangan) yang digunakan untuk menuliskan instruksi-instruksi beserta posisi relatif tool dengan benda kerjanya. Seiring dengan perkembangan pesat komputer digital maka saat ini hampir semua NC menggunakan komputer sebagai kontrolernya, sehingga dikenal sebagai  CNC.
Suatu mesin CNC mempunyai perbedaan dibandingkan suatu mesin perkakas atau mesin produksi manual. Pada mesin perkakas manual gerakan tool, seperti pahat, beserta operasi mesin lainnya digerakkan dan dikendalikan oleh operator manusia. Pada suatu mesin CNC untuk suatu proses pengerjaan produk, cukup dimasukkan program gerakan tool, lalu mesin CNC akan beroperasi secara otomatis dengan menggunakan aktuator motor listrik sebagai penggerak tool. Untuk pengerjaan produk dengan bentuk yang sama diperlukan satu program yang sama. Selanjutnya jika akan melanjutkan dengan produk dengan bentuk lainnya maka dilakukan penggantian program.

Sejarah NC dan CNC

Perkembangan NC diawali oleh eksperimen oleh John Persons dan Frank Stulen dari Perusahaan Persons di Michigan, Amerika Serikat, yang saat itu bertindak sebagai kontraktor Angkatan Udara Amerika Serikat (AU-AS), untuk melakukan pemesinan kontur permukaan airfoil untuk sayap pesawat terbang pada periode tahun 1940-an. Persons menyebut sistem yang dibangunnya dengan nama mesin milling Cardmatic karena memanfaatkan kartu plong (punch card), yaitu semacam kartu yang memiliki lubang-lubang tertentu, untuk menyimpan informasi koordinat. Setelah melakukan presentasi ide tersebut kepada AU-AS pada tahun 1948 maka tahun 1949 Persons memperoleh kontrak untuk mengembangkan idenya dengan dibantu subkontraktor dari Laboratorium Servomechanism Massachusset Institute of Technology (MIT). Dalam penelitian diperoleh hasil bahwa kecepatan pengendali tidak dapat mengimbangi kecepatan mesin perkakas jika masih menggunakan kartu plong, untuk itu diusulkan penggunaan pita kertas maupun pita magnet. Istilah NC dibakukan pada tahun 1951 atas usulan salah satu anggota tim peneliti. Mesin NC pertama dibuat dengan meretrofit suatu mesin milling vertikal berukuran 24-in × 60-in yang diambilkan dari kelebihan peralatan AU-AS.  Sistem pengendali yang digunakan adalah kombinasi perangkat analog dan digital, yang terdiri dari 292 tabung vakum dan berukuran lebih besar dibanding ukuran mesin milling. Mesin NC ini dapat beroperasi pada tahun 1952 dengan melakukan pengendalian gerakan tiga sumbu berdasarkan data koordinat pada media penyimpan.
Setelah dilakukan pengujian dengan melakukan pengerjaan berbagai macam produk diperoleh kesimpulan bahwa mesin NC ini mempunyai beberapa keunggulan dibandingkan mesin konvensional yaitu

  • Lebih akurat
  • Mempunyai keterulangan yang lebih baik
  • Pengurangan waktu tunggu antara dua proses pemotongan
  • Mampu melakuakn pemesinan untuk bentuk-bentuk yang rumit

Sejak saat itu mesin NC mulai digunakan di dunia industri, khususnya oleh pabrik pembuat komponen pesawat terbang di AS.
Pemanfaatan komputer digital pada NC diawali dengan pengembangan sistem DNC (Direct Numerical Control) pada tahun 1960-an yang dipelopori General Electric Company dan Cincinati Milling Machine. Sistem DNC adalah memanfaatkan sebuah komputer mainframe untuk mengendalikan sebuah mesin perkakas. Saat itu kegunaan utama komputer adalah untuk menghilangkan proses pembacaan kartu plong. Di tahun 1970-an seiring perkembangan mikroprosesor mulai digunakan mikrokomputer sebagai pengendali, sehingga mulailah dikenal istilah Computer Numerical Control (CNC). Kemajuan yang sangat berarti dengan digunakannya komputer digital adalah pemrograman yang tadinya menggunakan media perangkat keras, seperti kartu plong, setelah itu dapat disimpan dalam bentuk perangkat lunak. Setelah perkembangan CNC telah berhasil menggeser DNC, terutama karena alasan biaya yang lebih murah, maka DNC mempunyai makna baru sebagai Distributed Numerical Control, yaitu suatu komputer sentral yang terhubung  melalui jaringan dengan mikrokomputer yang terdapat pada masing masing mesin perkakas CNC.

Aplikasi CNC

Saat ini CNC telah menjadi tulang punggung di dunia industri. Aplikasi mesin CNC pada dunia industri terbagi menjadi dua bagian besar, yaitu

  • mesin perkakas : bubut (lathe/turning), frais (milling), drilling, dan pengerjaan logam lainnya
  • non-mesin perkakas : perakitan, penggambaran, inspeksi

CNC digunakan secara langsung maupun tidak langsung dalam pembuatan produk. Secara langsung artinya produk memang diproduksi dengan menggunakan CNC. Namun ada pula produk yang diproduksi mesin non CNC namun tetap mempunyai keterkaitan dengan CNC. Contoh pada suatu mesin press hidrolik tidak diperlukan teknologi CNC, namun cetakan yang digunakan mesin tersebut umumnya diproduksi oleh mesin CNC, begitu pula untuk cetakan plastik.

Perangkat Lunak Yang Dibutuhkan CNC

Supaya suatu mesin CNC dapat didayagunakan secara optimal maka dibutuhkan beberapa perangkat lunak pendukung. Perangkat lunak tersebut berupa CAD, CAM, dan perangkat lunak pengendali CNC.
CAD atau Computer Aided Design adalah perangkat lunak yang digunakan sebagai alat bantu untuk desain produk dan manajemen dokumentasi desain. Dengan menggunakan perangkat lunak CAD kita dapat membuat gambar benda kerja yang akan dilakukan proses pemesinan. Contoh perangkat lunak CAD adalah AutoCAD, Inventor, Solid Edge,
CAM atau Computer Aided Manufacturing secara umum adalah perangkat lunak yang digunakan sebagai alat bantu untuk mendukung kegiatan manufaktur. Secara khusus sesuai konteks penulisan buku ini, CAM adalah perangkat lunak yang mengkonversikan file gambar hasil dari CAD menjadi program untuk mesin CNC, umumnya berupa G-code. Disebut G-code karena sebagian besar instruksinya diawali huruf G. Selain G-code format lain yang dikenal terutama di kalangan hobiis elektronika dalam pembuatan PCB adalah gerber file. Contoh perangkat lunak CAM adalah MasterCAM, ArtCAM
Setelah dihasilkan G-code ataupun gerber file dari CAM maka perangkat lunak pengendali CNC akan mengkonversikannya menjadi perintah kepada motor untuk bergerak dengan putaran dan kecepatan tertentu. Umumnya perintah itu berupa sinyal pulsa dengan banyak pulsa mewakili banyak putaran dan frekwensi pulsa mewakili kecepatan motor.

Daftar Pustaka

  • Groover, Otomasi, Sistem Produksi, dan Computer Integrated Manufacturing, Jilid 1, diterjemahkan oleh Bagus Arthaya & I Ketut Gunarta, Penerbit Guna Widya, 2005.
  • Hood-Daniel & Kelly, Build Your Own CNC Machine, Apress, 2009.
  • Materi Kuliah Otomasi Industri, Teknik Mesin, UII

Belajar Pemrograman Mikrokontroler AT89S51 Menggunakan Bascom-8051

October 20th, 2010 by adjie

Materi :

  1. Pengantar Mikrokontroler
  2. Dasar Pemrograman Bascom-8051
  3. Output LED
  4. Input Saklar
  5. Modul Display 7 Segment
  6. Display 7 Segment Menggunakan Rangkaian Multipleks
  7. LCD
  8. Keypad ADC
  9. Komunikasi Serial Sinkron
  10. Komunikasi Serial Asinkron Dengan PC
  11. Aktuator Motor DC

Link untuk mengunduh

EMC2 (Enhanced Machine Controller), Salah Satu Pilihan Perangkat Lunak Pengendali CNC

October 16th, 2010 by adjie

Tulisan ini masih berupa draft yang masih jauh dari sempurna. Scratchpad (Bahasa Jawa = orek-orekan) tulisan ini dapat dibaca di link ini.